Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

TIPS : Memperbesar Payudara secara Tradisional (CEWEK MUST READ)


Payudara adalah salah satu mahkota kecantikan wanita. Sebetulnya, wanita tidak perlu merasa minder jika memiliki ukuran payudara yang kecil. Yakinlah hal itu tidak akan mempengaruhi kecintaan suami Anda kalau memang suami Anda benar-benar mencintai Anda.

Namun, tidak ada salahnya juga, jika Anda berusaha merawat dan mengencangkan payudara Anda yang kecil. Dan di jaman nenek moyang dulu, konon, katanya, ada juga ramuan tradisional untuk mengencangkan dan memperbesar payudara.

Memang saat ini, juga banyak masker-masker untuk memperbesar payudara yang dijual di toko-toko obat. Tapi sebaiknya Anda ingat, jangan sembarangan membeli masker-masker atau cream untuk memperbesar payudara itu karena kemungkinan mengandung zat-zat kimiawi yang bisa membahayakan payudara Anda di masa mendatang.

Akan lebih baik jika Anda memilih cara tradisional untuk merawat payudara:

1. Untuk mengencangkan payudara
Anda bisa menggunakan kacang panjang secukupnya, tumbuk sampai halus lalu oleskan pada payudara Anda selama lebih kurang 30 menit. Setelah itu, bilas dengan air hangat. Ingat, jangan sampai kena putingnya.

2. Untuk memperbesar payudara
Ambil satu ruas jahe lalu panggang atau dibakar. Kemudian, Anda pukul2 tapi jangan sampai hancur, masukkan ke dalam segelas susu sapi murni. Kocok sampai encer dan saring, endapkan selama kurang lebih 5 jam. Lalu Anda bisa meminumnya 2x dalam sehari secara rutin. Konon, ramuan ini bisa memperbesar payudara Anda.

3. Pueraria mirifica
Adalah tumbuhan yang sudah diteliti khasiatnya dalam mengencangkan payudara. Tanaman ini, dapat mengembalikan elastisitas jaringan muda, yang membuat jaringan berkembang sehingga efisien mengangkat dan mengencangkan payudara yang kendur. Tanaman ini juga memiliki hormon untuk merangsang pertumbuhan payudara. Namun, sayangnya tanaman ini susah didapat.

4 Ciri dan 5 Cara Mengontrol Mengidap Hiperseksual

Beberapa kondisi bisa menyebabkan seseorang menjadi hiperseks, yaitu kesulitan psikologis, emosional, gangguan kepribadian, atau trauma yang terjadi pada masa kecil.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCpJYZHwlev-JMByXQQLHeU9Qp2B1RPjMCAJinqnkKzUGw06WHF0v2NwaG95NCMTTShbqTGI9XsdKdXa45o_XR9_HGnx5USALxzkveMkVIy8e1o-wIr2xmVwleNLEQKt2CeMIekhCyw3Jo/s1600/6520_1029939484400_1702740445_59282_3883930_n.jpg

Ciri-ciri orang yang menderita hiperseks antara lain:
  1. Tidak pernah merasa puas saat berhubungan seks, walaupun ia sudah mengalami orgasme. Inilah terkadang yang membuat pria hiperseks tak puas dengan satu wanita.
  2. Tuntutan seks tidak bisa ditunda
  3. Tidak bisa mengontrol keinginan seks
  4. Sangat tergila-gila dengan hal-hal yang berhubungan dengan seks

Pada umumnya, orang yang mengalami hiperseks tidak bisa disembuhkan. Pengobatan atau rehabilitasi yang ada hanya bisa mengurangi atau melatih untuk mengontrol keinginan seksnya yang sangat besar.

Namun ada beberapa hal atau metode yang bisa dilakukan untuk mengurangi dan mengontrol hiperseks, yaitu:
  1. Dukungan yang sangat penting. Sama seperti halnya orang yang kecanduan obat atau alkohol, maka orang dengan hiperseks juga membutuhkan dukungan yang kuat dari anggota keluarga terdekat, pasangan dan juga anggota serta mentor support group.
  2. Menghindari dorongan seksualnya. Usahakan untuk menghindari kondisi atau tempat yang bisa memicu timbulnya dorongan seksual, karena orang yang hiperseks menganggap seks adalah sesuatu yang penting.
  3. Mencoba untuk menghadapi masalah. Salah satu cara pemulihan yang baik adalah mengakui bahwa dirinya memiliki masalah. Beberapa orang akan membutuhkan bantuan untuk menghadapi tahapan ini.
  4. Bergabung dengan kelompok pendukung (support group). Umumnya berada di dalam support group akan membuatnya merasa memiliki masalah tanpa ada yang menghakiminya, sehingga ia bisa mengungkapkannya dan saling memberikan solusi serta dukungan.
  5. Mencari bantuan profesional. Ketika usaha untuk mengendalikan dorongan seksualnya tidak lagi efektif, maka bantuan profesional akan diperlukan. Konseling ini bisa membantu seseorang mengetahui penyebab dari hiperseksnya, misal dengan menelusuri trauma masa kecilnya

Berenang Bisa Bikin IQ Anak Tinggi

Ajaklah si kecil berenang. Sekalipun masih bayi, tak masalah. Bahkan, bayi baru lahir pun tak akan tenggelam kalau dicemplungkan ke dalam air.

Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistik IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun.

http://www.deccanchronicle.com/files/12SWIM_0.jpg

Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional, dan sosialnya pun lebih baik.


Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa karena bayi tak pernah memiliki faktor X, semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya?

Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang.

Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam karena pada usia tersebut ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang.

http://media.picfor.me/001F021/Swimming-Baby-baby-swim-mmmmm-Kids-babe-twofit2quit69kullan%C4%B1c%C4%B1s%C4%B1n%C4%B1n-favorite-images-babies-kid-father_large.jpg

"Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan," jelas Dr Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 meter gaya dada pada 1960-1962.

Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut bayi tak bisa berenang lagi, lho.

http://armcandyconfessions.files.wordpress.com/2010/07/swimming-babies-10.jpg

Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisasi atau acak-acakan. Soalnya, dengan ada gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang. Apalagi sejak di perut ibu, bayi sebenarnya juga sudah berenang dalam air ketuban selama 9 bulan.

Setelah lahir, kemampuannya berenang tinggal ditingkatkan saja. Bahkan, saking populernya berenang ini, di luar negeri sampai ada proses melahirkan yang dilakukan di dalam air, lho.

"Secara medis, hal ini tak akan menimbulkan masalah karena merupakan proses alami." Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu-ragu mengajak si kecil berenang."

Harus aman

Yang penting diperhatikan, ketika berenang, bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orangtua harus mendampinginya. "Jika orangtua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respons dari orangtua," tutur Karel.

Di samping dengan orangtua mendampingi, juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antarmanusia. "Ini merupakan salah satu keunggulan berenang."

http://www.life-times.net/gallery/1/Swimming_Baby.jpg

Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orangtua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus-menerus dengan anak? Kan, enggak. "Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih.

Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak." Itulah mengapa, kedua orangtua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air. Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan.

"Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai." Bukankah saat berenang semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu yang bekerja.

Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu yang bekerja.