Negara-negara dengan Budaya Seks Bebas

Berikut adalah negara-negara berbudaya seks di dunia berdasarkan survey yang dilakukan oleh Durex. Poin survey berdasar atas budaya, pola hidup dan kegiatan penduduk di negara bersangkutan.

1. Yunani

http://hermawayne.blogspot.com

Semua orang telah mengetahui jika negara ini memiliki tradisi seks dari zaman kuno. Dengan iklim Mediterania dan memiliki banyak pulau dan pantai, menjadikan Yunani nomer 1 Negara paling horny sedunia.

2. Brazil

http://hermawayne.blogspot.com

Merupakan tanah kelahiran dari "thong", masuk akal jika seks adalah sama pentingnya dengan bernapas di negara yang satu ini. Pantainya selalu dipenuhi wanita-wanita cantik disamping Brasil memiliki Karnaval tahunan dan membuat Brasil masuk dalam daftar.

3. Russia

http://hermawayne.blogspot.com

Perang Dingin pada masanya menyembunyikan kehidupan seks penduduk Rusia, dan setelah tumbangnya komunisme maka hal ini terkuak lebar. Libido orang Rusia membuat klub dan bar berkembang sangat pesat di Moskow, dimana hookups merupakan hiburan malam di negara yang ber-horny tinggi ini.

4. China

http://hermawayne.blogspot.com

Semakin berevolusi budaya China, menyebabkan semakin berevolusinya kegiatan seksual di negara ini. Ingin bukti? Hanya dalam tempo 8 tahun, 5000 toko penyedia perlengkapan dan kebutuhan seks telah berdiri dan hanya berdiri di satu kota, yaitu Beijing ditambah China memiliki SEXPO, dimana warga China datang untuk memeriksa perlengkapan seksnya. 70% produk seks dunia adalah buatan China, Untuk hal-hal yang telah disebutkan maka China masuk dalam daftar.

5. Polandia

http://hermawayne.blogspot.com

Budaya seks Polandia cukup konservatif, namun Polandia memiliki festival tahunan dengan nama Eroticon yang menampilkan produk-produk terbaru perlengkapan seks. Skandal politisi Polandia pernah terjadi namun yang jelas poin terbesar Polandia masuk daftar ini adalah dengan dipegangnya "rekor Gangbang dunia" yang diraih oleh 2 orang asal negara ini dan dilakukan di Polandia sendiri.

6. Italia

http://hermawayne.blogspot.com

Orang Italia memiliki pendapat seks harus dilakukan setiap hari. Sebuah polling menemukan bahwa 32% orang Italia dengan usia 60 tahun, melakukan hubungan seks secara teratur. Tidak jelas mengenai range waktunya, namun yang jelas frekwensi aktifitas seks mereka memasukan Italia dalam daftar ini.

7. Malaysia

http://hermawayne.blogspot.com

Menurut survey DUREX, Secara umum budaya seks negara ini konservatif, namun di balik itu banyak kontroversi yang terjadi, salah satu contoh : apakah pendidikan seks harus diadakan di perguruan tinggi atau tidak? Di balik kontroversi tersebut, MENURUT DUREX, ada fakta yang menunjukan jika orang-orang Malaysia memiliki tingkat Horny yang tinggi. Sebagai contoh : Pejabat setingkat Mentri (Menteri Kesehatan) dipaksa mundur karena skandal seksnya pada bulan Januari 2008.

8. Spanyol

http://hermawayne.blogspot.com

Di tanah Zorro ini, seks sudah merupakan budaya dan persepsi. Tradisi seks penduduk spanyol saat ini sering disematkan dalam istilah-istilah modern, seperti yang kita kenal dengan istilah Spanish-Fly dan Viagra, walaupun sebenarnya penduduk Spanyol tidak terlalu menggunakan produk-produk tersebut. Untuk hal ini maka Spanyol masuk dalam daftar.

9. Switzerland

http://hermawayne.blogspot.com

Urutan berikutnya adalah negara Swiss. Walaupun mereka memiliki sikap netral dalam bidang politik, namun untuk urusan seks akan lain cerita. Prostitusi adalah legal di negara ini dengan prestasi : setiap tahun para hidung belang negara ini mengeluarkan 350.000 Frank untuk mendapatkan kepuasan seks. Dengan komitmen ini wajar jika Swiss masuk dalam daftar.

10. Mexico

http://hermawayne.blogspot.com

Meksiko memulai daftar negara paling horny di urutan 10 ini, ABG mereka yang terparah hingga pada Mei 2008 pemerintah Mexico mendistribusikan 700.000 eksemplar buku pembelajaran seks kepada semua siswa-siswi di sekolah. Ironisnya, walaupun umumnya prostitusi ilegal di Meksiko, namun di beberapa kota dianggap legal seperti Tijuna.

Tambahan beberapa lagi negara-negara yang luput dari survey durex:
11. Jepang

http://hermawayne.blogspot.com

Memang seks di Jepang bukanlah hal yang tabu. Kalau kita mengetikkan keyword sex in Japan di wikipedia, kita akan menemukan berbagai sejarah aneh tentang seks di jepang. Bagi penduduk di Jepang, perawan ketika malam pertama pernikahan adalah sangat memalukan bagi mereka yang menikah di usia lebih dari 20 tahun. Artinya mereka benar-benar tipe level bawah dalam pergaulan mereka. Hal ini bukan hanya terjadi baru-baru ini, tetapi sudah sejak zaman-zaman kerajaan Jepang di masa lampau. Dahulu semua perempuan diberikan kepada prajurit-prajurit Jepang untuk dijadikan pelampiasan nafsu mereka dan orangtua merekapun rela untuk itu. Jangan heran ketika zaman penjajahan Jepang dulu banyak perempuan Indonesia yang kehilangan keperawanan oleh tentara Jepang.

12. Belanda

http://hermawayne.blogspot.com

Negara ini terkenal dengan Red District, dimana merupakan salah satu prostitusi terbesar di dunia. Para pekerja seks komersial di Red Distric didisplay layaknya pakaian dan barang yang dijual di etalase toko-toko.

10 Kebiasaan Orang Jepang yang Mebuahkan Kesuksesan


Mendengar kata 'Jepang' pasti yang tersirat adalah kemajuan dan ilmu teknologinya yang maju. Namun di balik semua itu, Jepang mempunyai tradisi turun temurun yang sekiranya pantas untuk ditiru (wajib ditiru). Di sini ada beberapa tradisi warga Jepang yang diwariskan kepada anak cucu mereka yang membuat mereka hebat dalam segala hal.

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini.

7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.


Belalang sembah yang cantik juga menyeramkan

Cancorang, belalang sembah, Kedehe, atau apa pun istilah yang Anda pakai untuk menamai mereka, adalah serangga yang paling menarik dan sekaligus paling menakutkan dalam 2.300 spesies belalang sembah di dunia. Di barat sono dia disebut Praying Mantises. Kata 'mantis' berasal dari bahasa Yunani, dan berarti nabi atau peramal. Nabi berdoa? Sangat tepat. Mereka begitu sering terlihat seperti mereka tahu sesuatu yang tidak kita ketahui.

Mantids dapat memutar kepalanya 180 derajat untuk memantau sekitar dengan dua mata majemuk yang besar dan tiga mata sederhana lainnya yang terletak diantaranya. Penglihatannya yang sangat baik memungkinkan melihat gerakan hingga jarak 60 kaki (18 meter).

Biasanya mereka berwarna hijau atau coklat, lihai berkamuflase pada tanaman dimana mereka tinggal. Belalang sembah bisa menyergap atau sabar menunggu buruan mereka. Mereka menggunakan kaki depan mereka untuk menjerat mangsanya dengan refleks begitu cepat.

Ngengat, jangkrik, belalang, lalat, dan serangga lainnya adalah buruannya. Namun, ternyata Belalang Sembah juga makan dari jenisnya sendiri alias kanibal.

Contoh yang paling terkenal ini adalah perilaku kimpoi yang kadang-kadang makan pasangannya setelah-atau bahkan selama-kimpoi. Namun perilaku ini tampaknya tidak menghalangi pria dari reproduksi.

































Athena, Kota Paling "Genit" di Dunia

Meskipun Plato pernah mengatakan kalau "cinta adalah penyakit mental yang serius", tetapi kota asalnya menjadi kota paling genit di dunia atau World's Most Flirtatious City.

Predikat ini merupakan hasil poling Badoo World Flirtation League, yang dilakukan oleh Badoo.com, sebuah situs kencan. Situs tersebut membuat peringkat berdasarkan jumlah 'godaan' yang dilakukan secara online tiap bulannya dalam sebuah situs jejaring sosial.

Kota Moskow di Rusia, berada di peringkat kedua. Sedangkan, Paris yang merupakan kota paling romantis berada hanya berada di peringkat 38 dalam kategori 'Kota Tergenit'. Sedangkan New York juga hanya berada di peringkat 89.



Meskipun Plato pernah mengatakan kalau "cinta adalah penyakit mental yang serius", tetapi kota asalnya menjadi kota paling genit di dunia atau World's Most Flirtatious City.

Predikat ini merupakan hasil poling Badoo World Flirtation League, yang dilakukan oleh Badoo.com, sebuah situs kencan. Situs tersebut membuat peringkat berdasarkan jumlah 'godaan' yang dilakukan secara online tiap bulannya dalam sebuah situs jejaring sosial.

Kota Moskow di Rusia, berada di peringkat kedua. Sedangkan, Paris yang merupakan kota paling romantis berada hanya berada di peringkat 38 dalam kategori 'Kota Tergenit'. Sedangkan New York juga hanya berada di peringkat 89
Poling ini dilakukan pada 200 kota di seluruh dunia dan Badoo menganalisa 12 juta kontak bersifat menggoda yang dibuat selama satu bulan. Kontak tersebut dilakukan oleh 108 juta pengguna situs kencan Badoo di 180 negara.

Rata-rata pengguna situs Badoo di Athena melakukan 25,7 godaan online tiap bulannya. Jumlah ini dua kali lebih banyak dibandingkan di kota seksi, Rio de Janeiro yaitu 12,4 tiap bulan.

Menurut Simon Hardy, penulis "The Greeks, Eroticism and Ourselves", warga Athena sejak zaman dulu telah mengasah kemampuan menggoda lawan jenisnya. Seperti saat acara pesta minum atau yang dikenal dengan Symposia. Dalam acara tersebut para pria akan menggoda para gadis yang sedang berdansa.

"Sangat pas jika mengatakan warga Athena memiliki seni menggoda yang tinggi sejak zaman dulu, terutama saat Symposia, seperti yang dideskripsikan Plato," kata Hardy,